Wakil Presiden Direktur Malaysia Airlines, Fuad Sharuji, mengatakan bahan bakar dimiliki pesawat Boeing 777-200 dengan nomor penerbangan MH370, yang hilang kontak, hanya dapat bertahan selama tujuh jam. Fuad menduga pesawat rute Kuala Lumpur-Beijing itu akan mulai kehabisan bahan bakar pada pukul 08.30 waktu setempat. 

Demikian ungkap Fuad ketika diwawancarai oleh kantor berita CNN, pada Sabtu, 8 Maret 2014. Namun, hingga kini Fuad mengaku belum tahu di mana lokasi persisnya pesawat. 

"Pesawat berangkat sekitar pukul 00.41 waktu setempat dan seharusnya tiba di Peking, China pukul 06.30 waktu setempat. Kami mencoba berbagai cara untuk menghubungi pesawat tersebut termasuk melalui pesawat lainnya yang tengah mengudara di dekat sana, namun gagal," kata Fuad. 

Fuad mengaku telah mengerahkan tim SAR untuk mencari lokasi keberadaan pesawat. Hingga saat ini, kata dia, belum banyak informasi yang dapat disampaikan mengenai proses pencarian. 

"Kami tidak tahu, karena hingga saat ini belum ada status pesawat telah ditemukan," kata dia. 

Sementara News Straits Malaysia melansir pernyataan dari pabrik pembuat pesawat dengan nomor penerbanganMH370, Boeing. Dalam akun Twitternya, Boeing menyampaikan bahwa mereka terus memantau perkembangan informasi soal penerbangan Malaysia MH370. 

"Doa kami selalu menyertai mereka yang ada di dalam pesawat," kata dia. 

Penumpang WNI
Pesawat itu hilang kontak saat tengah berada di udara Vietnam sekitar pukul 02.40 waktu setempat. Dari jumpa pers yang diadakan oleh Presiden Direktur Malaysia Airlines, Ahmad Jauhari Yahya, terdapat 239 penumpang dan awak yang berasal dari 14 negara, termasuk Indonesia. 


Total WNI yang berada di dalam pesawat tersebut mencapai 12 orang. 

Pejabat Konsuler dan Ketua Satuan Tugas Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur, Dino Nurwahyudin, yang dihubungi VIVAnews, mengaku masih belum memperoleh informasi nama-nama ke-12 WNI tersebut.