Ayam bangkok atau lebih
dikenal dengan sebutan ayam jowo adalah jenis ayam yang sudah tidak asing lagi
dikalangan masyarakat indonesia kerena ayam ini coco dipelihara di daerah yang
beriklim tropis seperti indonesia.
Banyak masyarakat
indonesia yang suka akan konsumsi ayam bangkok ini selain harganya yang
tergolong murah juga rasa dagingnya yang tentunya enak juga.
Banyak para wirausahawan
baik didesa ataupun di daerah yang lebih besar yang telah mencoba untuk
membudidayakan ayam bangkok ini dan hasilnya pun tiak begitu mengecewakan
terbukti dengan masih adanya penjualan ayam bangkok hingga saat ini.
Nah pada kali ini saya
akan mencoba untuk membahas sedikit hal tentang bagai mana caranya untuk
mengmbangkan dan berwirausaha ayam bangkok ini
Ok kita mulai saja
1. Tips memilih bibit ayam Bangkok
berkualitas unggul

Dalam memilih bibit ayam
Bangkok, ada baiknya Anda memegang dua kunci. Pertama, Anda mengenali para
pemain di dalamnya. Ya, berteman dengan para bobotoh aduan yang sudah makan
asam garam di bidang ini. Dekati dan secara tidak langsung minta ajarkan pada
mereka tentang tips memilih bibit yang baik.
Namun, tidak ada
salahnya Anda tidak "kosongan" dalam meminta saran mereka. Dalam
artian tidak membawa bekal ilmu. Anda bisa membaca artikel "5 Ciri-ciri
Ayam Bangkok Berkualitas", "10 Karakter Ayam Bangkok Dilihat dari
Sisik Kaki", dan "8 Katuranggan (Bentuk Fisik) Ayam Bangkok Tipe
Juara" sebagai pegangan ilmu Anda.
Kedua, Anda bisa
mendatangi langsung tempat-tempat peternakan. Santai saja berbincang-bincang
mengenai bagaimana ayam Bangkok yang bagus itu, pernah menang atau tidak, dan
juga soal harga ayam.
Apabila Anda telah
mendapatkan ayam sesuai harapan, jangan terburu-buru membelinya. Bandingkan
dengan tempat lain. Tujuannya supaya Anda memiliki banyak pilihan. Ketika
semuanya sudah matang, baru pilih yang pas di hati namun pas juga di kantong.
2. Kandang untuk proses perkawinan dan kandang postal
Ayam memang tidak seperti burung yang susah-susah
gampang untuk dikawinkan. Ayam sangat gampang dikawinkan. Yang dibutuhkan
hanyalah kandang. Saran dari para bobotoh aduan, kandang yang baik untuk proses
perkawinan adalah kandang umbaran. Dimana, dalam satu kandang bisa diisi oleh 1
ayam jantan dan 4 ayam betina.
Kandang umbaran, selain
mudah untuk proses perkawinan, terhitung gampang dilakukan. Disamping itu jika
dibandingkan dengan perkawinan inseminasi jauh lebih murah. Tapi, ini untuk
ternak ayam Bangkok skala rumahan.
Ayam Bangkok betina yang
sudah dikawinkan secara alami akan bertelur seminggu kemudian selepas proses
perkawinan. Dalam setiap periodenya, setiap indukan ayam akan bertelur sebanyak
20 butir.
Kemudian akan dierami
atau ditetaskan memakai mesin selama 21 hari. Setelah menetas, anak ayam
Bangkok segera dipindahkan di kandang postal yang dilengkapi pemanas buatan
dari lampu yang berfungsi sebagai induk buatan setelah berusia dua hari.
Besaran kandang untuk
anak ayam bisa disesuaikan dengan ukuran lahan - kira-kira setinggi 1,5 meter
dengan panjang 1 meter dan lebar 0,8 meter sudah cukup bagus. Namun, ukuran ini
tidaklah baku.
Setelah anak ayam
dipelihara di dalam kandang postal perlu diberikan pakan yang baik. Sebagai
acuan, Anda bisa membaca artikel "Jenis Pakan Aduan Ayam Bangkok
Aduan".










0 comments:
Post a Comment